Minggu, 24 Juni 2012

IT AUDIT

Information Technology audit (IT audit) adalah pemeriksaan akan pengendalian yang ada pada infrastruktur tekonologi informasi. Proses tersebut meliputi mendapatkandan mengevaluasi bukti-bukti sistem informasi, praktik, dan operasi perusahaan. Evaluasi yang dilakukan harus dapat memberikan keyakinan bahwa aset perusahaan terjaga, begitu pula integritas data, serta operasi perusahaan dapat be rjalan secara efektif dan efisien untuk memenuhi tujuan perusahaan. IT audit dapat dilakukan secara gabungan antara audit atas laporan keuangan dan audit internal. Saat ini, IT audit juga dikenal dengan sebutan Electronic Data Processing audit (EDP audit). Secara garis besar, tujuan IT audit adalah: 1. Availability Yaitu ketersediaan informasi, apakah sistem informasi pada perusahaan dapatmenjamin ketersediaan informasi dapat dengan mudah tersedia setiap saat. 2. Confidentiality Yaitu kerahasiaan informasi, apakah informasi yang dihasilkan oleh sisteminformasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak -pihak yang berhak danmemiliki otorisasi. 3. Integrity Yaitu apakah informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu. IT audit memliki fokus pada pengidentifikasian resiko yang terkait pada aset informasi perusahaan dan menentukan pengendalian yang tepat untuk mengurangi (bukanmenghilangkan sepenuhnya) resiko tersebutSedangkan dalam bukunya, Mulen menjelaskan peran internal auditor dalam proses IT audit mencakup 4 bidang utama yaitu: 1. Membantu staf audit finansial 2. Mengaudit bidang -bidang lingkungan pengolahan data 3. Mengaudit program -program sistem aplikasi komputer 4. Mereview pengembangan sistem Karena fokus IT audit adalah pada penentuan resiko beserta pengendaliannya, tentu saja internal audit juga berperan dalam mengidentifikasi resiko-resiko yang ada beserta pengendalian yang relevan untuk meminimalisasikan resiko -resiko tersebut. Enam komponen Audit TI : 1. pendefinisian tujuan perusahaan; 2. penentuan isu, tujuan dan perspektif bisnis antara penanggung jawab bagian dengan bagian TI; 3. review terhadap pengorganisasian bagian TI yang meliputi perencanaan proyek, status dan prioritasnya, staffing levels, belanja TI dan IT change process management; 4. assessment infrastruktur teknologi, assessment aplikasi bisnis; 5. temuan-temuan, 6. laporan rekomendasi. Sedang subyek yang perlu diaudit mencakup : 1. aspek keamanan, Masalah keamanan mencakup tidak hanya keamanan file servers dan penerapan metoda cadangan, melainkan juga penerapan standar tertentu, seperti C-ICT. 2. keandalan, Keandalan meliputi penerapan RAID V disk subsystems untuk server dengan critical applications dan prosedur penyimpanan data di file server, bukan di drive lokal C. 3. kinerja Kinerja mencakup persoalan standarisasi PC, penggunaan LAN serta cadangan yang sesuai dengan beban kerja. 4. manageability. manageability menyangkut penerapan standar tertentu dan pendokumentasian secara teratur dan berkesinambungan Pengorganisasian bagian TI juga ditetapkan dalam audit assessment. Ini terbagi atas IT management, IT support dan IT staffing. Untuk pertama kalinya diperkenalkan visi jangka panjang mengenai IT management yang merujuk pada tujuan bisnis perusahaan. Ini didukung visi business support yang jelas dan orientasinya dipersiapkan untuk penerapan ERP (enterprise resource planning) sebagai infrastrukturnya. Selain itu, tanggungjawab dibebankan pada setiap karyawan pengguna, sedang manajemen TI lebih bertanggung jawab dalam mendukung dan memecahkan masalah yang muncul. Audit itu harus dilakukan terhadap : 1. sistem informasi secara keseluruhan 2. perangkat TI yang digunakan 3. software, hardware, jaringan saja 4. aspek yang terlibat dan relevan dalam sistem informasi. Keamanan sistem informasi, beberapa prinsip non teknis yang harus dipegang. 1. prinsip multidisipliner (multidisciplinary principle), yang menegaskan bahwa segala macam pengukuran, praktik, dan prosedur keamanan sistem informasi harus juga meladeni segala pertimbangan dan sudut pandang berbagai disiplin yang relevan, termasuk aspek sosial budaya, hukum dan politik. 2. prinsip demokrasi (democracy principle), yang menegaskan bahwa keamanan sistem informasi perlu mempertimbangkan hak-hak pengguna dan pihak-pihak lain yang dipengaruhi oleh sistem. Metodologi Audit Teknologi Informasi: Fase 1 : Merencanakan Audit Fase 2 : Mengidentifikasikan risiko dan kendali Fase 3 : Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti Fase 4 : Mendokumentasikan temuan-temuan dan mendiskusikan dengan auditee Fase 5 : Laporan akhir dan mempresentasikan hasil-hasil Lembar Kerja IT Audit Lembar kerja audit adalah semua berkas-berkas yang di kumpulkan oleh auditor dalam menjalankan pemeriksaan,yang berasal : 1. Dari pihak client 2. Dari analisa yang di buat oleh auditor 3. Dari pihak ke tiga Fungsi lembar kerja : • menyediakan penunjang utama bagi laporan audit • membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit • menjadi bukti bahwa audit telah di laksanakan sesuai dengan standar auditing hasil akhir audit adalah berupa laporan yang berisi: * ruang lingkup audit. * Metodologi * Temuan-temuan. * Ketidaksesuaian * kesimpulan Susunan lembar kerja: 1. Draft laporan audit (audit report) 2. laporan keuangan auditan 3. ringkasan informasi bagi reviewer 4. program audit 5. laporan keuangan atau lembar kerja yang dibuat oleh klien. 6. Ringkasan jurnal adjustment 7. working trial balance 8. skedul utama 9. skedul pendukung. referensi : http://highpecundang.blogspot.com/2011/03/it-audit-dan-it-forensic.html

0 komentar:

Posting Komentar