Sabtu, 12 Maret 2011

Analogi


Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

Biasanyanya analogi menggunakan kata bandingan seperti, bagai, macam, umpama untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara atau objek yang lain bagi menyatakan maksud tertentu.

Tujuan :
1.Membantu seseorang menambah dan mempercepatkan kefahaman tentang sesuatu perkara.
2.Membuat justifikasi terhadap rumusan yang dibuat berdasarkan persefahaman antara satu objek dengan yang lain.
3.Untuk menonjolkan ciri am yang terdapat pada objek-objek tersebut.
4. Memungkinkan seseorang mencipta analogi sendiri.

Contoh Analogi :

1.Badannya kurus macam lidi
2.Benda itu bujur macam telur
3.Bangunan di Kuala Lumpur tumbuh macam cendawan
4.Kanak-kanak itu lapar seperti anak burung yang kehilangan ibu.
5.Orang itu garang macam harimau.




referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Analogi
http://members.tripod.com/noriah_arahman/analogi.htm



Kata Ulang


Kata ulang adalah merupakan kata jadian. Kata ualang (reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses perulangan, baik sebagian maupun seluruhnya dengan disertai perubahan bunyi atau tidak.

I. Bentuk Kata Ulang
Berdasarkan bentuknya, kata ulang dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya :
A.Kata Ulang Dwilingga
Kata ulang dwilingga disebut juga kata ulang utuh. Perulangan utuh terdiri dari dua macam. Pertama, perulangan terhadap kata dasar. Kedua, perulangan terhadap kata berimbuhan.
Contoh :
Anak-anak : anak
Merah-merah : merah
Lari-lari : lari
Pencuri-pencuri : pencuri
Pelajaran-pelajaran : pelajaran
Makanan-makanan : makanan

A.Kata Ulang Dwipurwa
Kata ulang yang bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata.
Contoh :
Lelaki > lalaki > laki
Sesuatu > susuatu > suatu
Sesudah > susudah > sudah
Dedaunan > dadaunan > daun
Leluhur > luluhur > luhur
Pepohonan > popohonan > pohon
Sesaji > sasaji > saji

A.Kata Ulang Dwilingga Salin Suara (berubah bunyi)
Kata ulang yang bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar, tetapi terdapat fonem yang berubah.
Contoh :
Lenggak-lenggok (variasi vokal)
Lauk-pauk (variasi konsonan)
Carut-marut (variasi konsonan)
Mondar-mandir (variasi vokal)
Ramah-tamah (variasi konsonan)
Huru-hara (variasi vokal)

A.Kata Ulang Berimbuhan
Kata ulang yang bentuk perulangan kata dasarnya mendapat imbuhan.
1. Kata ulang berimbuhan adalah kata dasar yang merupakan kata asal diulang dengan mendapat imbuhan. Untuk membedakan dengan kata ulang sebagian adalah kalau kata ulang berimbuhan, kata yang mendapat imbuhan tidak memiliki makna atau tidak bisa berdiri sendiri.
Contoh :
Mobil-mobilan (mobilan = tidak bermakna)
Kuda-kudaan (kudaan = tidak bermakna)
Pohon-pohonan (pohonan = tidak bermakna)
2. Kata ulang sebagian adalah kata dasar yang berupa imbuhan diulang sebagian. Untuk membedakannya dengan kata ulang berimbuhan adalah kalau kata ulang sebagian, kata yang mendapat imbuhan memiliki makna atau bisa berdiri sendiri.
Contoh :
Meliuk-liuk (meliuk = memiliki makna)
Desak-desakan (desakan = memiliki makna)
Berjoget-joget (berjoget = memiliki makna)
Sulam-menyulam (menyulam = memiliki makna)
Tulis menulis (menulis = memiliki makna)

A.Kata Ulang Semu (sebenarnya bukan kata ulang)
Kata ulang yang tidak memiliki bentuk dasar yang diulang.
Contoh :
Buru-buru ( bukan dari kata, buru )
Kura-kura ( bukan dari kata, kura )
Ubur-ubur ( bukan dari kata, ubur )
Cumi-cumi ( bukan dari kata, cumi )
Mata-mata ( bukan dari kata, mata )


referensi : http://readone82.blogdetik.com/category/rangkuman-materiku/



Jumat, 11 Maret 2011

Logika


Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur[1].
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

Kegunaan logika
1.Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2.Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3.Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4.Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5.Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
6.Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
7.Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )
8.Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang.

Macam-macam Logika

Logika alamiah
Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.

Logika ilmiah
Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi.
Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.


Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Logika


Kamis, 10 Maret 2011

Banjir



Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air. Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi. Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya. Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin. Setiap tahun pasti datang. Banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam "biasa" yang sering terjadi dan dihadapi hampir di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah temasuk dalam urutan bencana besar, karena meminta korban besar.

Penyebab terjadinya banjir
Penyebab terjadi banjir karena ulah manusia itu sendiri, salah satunya yaitu dengan penebangan pohon secara liar, tanpa reboisasi (penanaman pohon kembali). Kedua adalah membuang sampah bukan pada tempatnya, misalnya di bantaran kali, sungai, aliran air lainnya. Mereka terbiasa membuang sampah ketempat tersebut, tanpa menyadari akibat yang terjadi. Namun, banyak dari mereka sudah menyadari dampak dari pembuangan sampah ke aliran sungai dapat menimbulkan banjir, tapi mereka tetap saja melakukan hal tersebut. Ketiga yaitu membangun pemukiman di sekitar kali atau bantaran kali. Banyak dari masyarakat, terutama masyarakat Jakarta yang tidak mempunyai rumah, mereka membangun rumah dibantaran kali, berbagai alasan mereka lakukan, yang utama adalah karena faktor ekonomi yang kurang. Keempat pembuatan saluran air dan tanggul yang kuran baik dan tidak memenuhi persyaratan.


Dampak banjir
Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
1.Rusaknya areal pemukiman penduduk,
2.Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
3.Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
4.Rusaknya areal pertanian
5.Timbulnya penyakit-penyakit
6.Menghambat transportasi darat

Cara-cara mengatasi banjir
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya banjir :

1.Menyediakan Sistem Perparitan
Parit-parit yang telah cetek akibat daripada bahan-bahan kumuhan hendaklah sentiasa dibersihkan. Dengan ini air limpahan dan hujan dapat dialirkan dengan baik.

2.Projek Pendalaman Sungai
Kebanyakan kejadian banjir berlaku kerana kecetekan sungai. Jika dahulu sungai mampu mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu masa, kini pengaliran telah berkurangan. Ini disebabkan proses pemendapan dan pembuangan bahan-bahan buangan.
Langkah untuk menangani masalah ini ialah dengan menjalankan proses pendalaman sungai dengan mengorek semua lumpur dan kekotoran yang terdapat di sungai. Apabila proses ini dilakukan, sungai bukan sahaja menjadi dalam tetapi mampu mengalirkan jumlah air hujan dengan banyak.

3.Memelihara Hutan
Kegiatan pembalakan di mana penerokaan di kawasan pinggir sungai digemari menyebabkan tanah terhakis dan runtuh ke sungai. Keadaan yang sama juga berlaku apabila aktiviti pembalakan yang giat dilakukan di lereng-lereng bukit.
Oleh itu pemeliharaan hutan merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir. Hutan boleh dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan daripada mengalir terus ke bumi.

Hutan boleh berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai penapis dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan pada kadar 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfera melalui sejatan pemeluwapan. Hanya dengan ini sahaja pengurangan air hujan dapat dilakukan.

4.Mengawal Aktiviti Manusia
Banjir kilat yang berlaku terutamanya di bandar disebabkan pembuangan samapah dan sisa industri ke sungai dan parit. Bagi menangani masalah ini, kesedaran kepada masyarakat perlu didedahkan supaya aktiviti negatif ini tidak terus dilakukan seperti mengadakan kempen mencintai sungai dan sebagainya.
Badan-badan tertentu juga harus bertanggungjawab menentukan sungai sentiasa bersih dan tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

Kejadian banjir merupakan malapetaka yang tidak dapat dielakkan terutamanya apabila membabitkan hujan lebat. Bagaimanapun usaha seharusnya dibuat untuk mengurangkan akibat banjir. Manusia juga harus sentiasa berwaspada dengan kejadian ini.



Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir
http://www.sabah.org.my/bm/kenali_sabah/as_banjir_atasi.asp






Sabtu, 05 Maret 2011

Proposisi


PROPOSISI adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
Rumus ketentuannya :
Q + S + K + P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).
Contoh :

1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.
Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
Benar :
Sebuah + gedung yang terletak 500 meter dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.
Salah
500 meter + dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.


Referensi : http://pramsky.blogspot.com/2008/11/dasar-logika-proposisi-standar_19.html
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/01/pengertian-proposisi/

Contoh Paragraf Induktif dan Deduktif


Paragraf induktif:
Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.

Contoh :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

Paragraf Deduktif-Induktif
Kalimat Utamanya terdapat pada awal paragraph, dan ai akhir juga ada loh….

Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.


referensi :http://www.scribd.com/doc/25095005/Contoh-Paragraf-Deduktif-Induktif

Jumat, 04 Maret 2011

Penalaran Induktif dan Salah Nalar


TUGAS
BAHASA INDONESIA 2
”PENALARAN INDUKTIF DAN SALAH NALAR”






DISUSUN OLEH :

Awalia Khumaira (10108358)
Dinny Dwi Putrianti (10108609)
Rian Sahrin Moha (12108359)
Yohannes Juanda (12108089)

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011

Penalaran Induktif & Salah Nalar


•Pengertian & Contoh Kemampuan Penalaran Induktif
Menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 : 14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1.Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berpikir logis.
2.Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3.Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

Selanjutnya Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) menjelaskan bahwa secara garis besar terdapat dua jenis penalaran yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. Penalaran deduktif adalah cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sedangkan penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus.

Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.

Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa

contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.
Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
•Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
•Ganaralisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.
Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif. Perbedaan dasar di antara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif tengan progresi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus; sementara dengan induksi, dinamika logisnya justru sebaliknya. Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
•Pengertian dan contoh SALAH NALAR : Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan.

Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya. Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu.

Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar.
Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kasalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.


Referensi :
1. http://newsmath.wordpress.com/category/makalah-proposal/proposal-ptk/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesa
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Teori
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Kausalitas
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuktian_melalui_deduksi
6. http://diinnydwiiputriianti.blogspot.com/2011/02/penalaran-induktif-salah-nalar_11.html