Ramai-ramai Menyelam
Menyelam atau diving. Olahraga yang satu ini memang sedang naik daun beberapa tahun terakhir dan menarik hati individu dari berbagai usia. Mulai dari usia 10 tahun hingga mereka yang telah memasuki usia pensiun, beramai-ramai merambah dunia laut dan menyelami keindahan panorama di bawahnya.
Usia 10 tahun memang minimal usia untuk memperoleh sertifikat diving dari PADI (Professional Association of Diving Instructors), sebuah jaringan diving terbesar di dunia. Jumlah peminatnya juga terus meningkat dari tahun ke tahun, “Kalau yang belajar diving di sini, tahun 2008 kita mengeluarkan 200 sertifikat, sementara hingga bulan November ini sudah ada sekitar 300 sertifikat, “ujar Fransiska Anggaraini,, instruktur diving Divemaster Indonesia.
Gara-gara olahraga ini semakin dikenal, berbagai wilayah perairan di Indonesia yang diberkahi keindahan bawah laut kini diserbu oleh para driver. Baik local maupun mancanegara. Hal ini pun member keuntungan tersendiri untuk tempat-tempat di Indonesia yang sebelumnya tak dikenal, kini berkembang menjadi obyek wisata baru yang terus mempercantik diri.
Ambil contoh Raja Ampat di Papua, Pulau Weh di Sumatera, atau Wakatobi di Sulawesi. Masing-masing menampilkan keindahan bawah laut yang membuat para diver langsung jatuh cinta di pandangan pertama.
Akan tetapi, olahraga ini bukanlah jenis olahraga yang bisa langsung terjun tanpa persiapan. Meski diving kental dengan unsure relaksasi, jika ingin benar-benar terjun sebagai penyelam harus memiliki sertifikat terlebih dulu. Pasalnya, ada banyak hal teknis yang harus diketahui ole para penyelam mengingat olahraga ini pun mengandung resiko.
Sebagai tahap awal, jika hanya ingin “berkenalan” dengan kegiatan ini, bisa mengambil Discover Scuba yang memang dikhususkan untuk uji coba. Untuk discover scuba, tidak ada kursus sebelumnya, tidak memerlukan sertifikat, dan hanya untuk satu kali penyelaman.
Ketika menyelam, ada seorang instruktur yang akan memandu, berhubung olahraga ini memang tidak boleh sendirian. Kedalaman yang dicapai maksimal hanya 12 meter namun cukup untuk melihat berbagai biota laut yang ada.
Biasanya, discover scuba ada di berbagai resor di wilayah pantai yang memang menyasar orang-orang yang sedang berlibur dalam waktu singkat dan ingin mencicipi asyiknya menyelam.
Reference : Kompas, 17 November 2009
Minggu, 21 Februari 2010
styrofoam
Solusi Alternatif Pengganti “Styrofoam”
Polisterina foam atau dikenal luas dengan sebutan Styrofoam diduga dapat memicu kanker dan merusak lingkungan. Banyak pihak yang mulai melarang penggunaan benda yang satu ini. Namun, pelarangan tersebut belum diimbangi dengan solusi alternative pengganti Styrofoam.
Dalam era yang serba praktis ini, penggunaan Styrofoam tentu sering Anda jumpai di mana-mana. Mulai dari restoran cepat saji yang terkenal hingga penjual di pinggir jalan. Kualitasnya pun beragam, mulai dari yang memenuhi standar, hingga yang “murah meriah”.
Berdasarkan info dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI , Styrofoam adalah nama dagang yang dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical. Menariknya Dow Chemical membuat Styrofoam dimaksudkan untuk digunakan sebagai insulator pada bahan konstruksi bangunan , bukan untuk kemasan pangan. Namun, Styrofoam tetap digunakan sebagai wadah berbagai macam makanan.
Padahal, Badan POM menyarankan agar menghindari Styrofoam untuk pangan yang panas, bersuhu tinggi, mengandung alcohol, dan asam. Sebab, ada kemungkinan terjadinya migrasi dari monomer stirena ke dalam pangan yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Sebagai gambaran, di Jakarta saja setiap harinya sekitar 6.000 ton sampah yang diolah Dinas DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen sampah anorganik merupakan plastic yang sulit diurai dan mengandung bahan kimia berbahaya (kompas, 2/2/2009). Melihat kenyataan tersebut, tak heran jika Styrofoam, tidak diminati pemulung karena sulit didaur ulang.
Kesehatan dan lingkungan memang dua hal yang berisiko muncul akibat penggunaan Styrofoam. Namun, cukup sulit untuk melarang semua pihak menggunakan Styrofoam. Sebab, akan muncul pertanyaan, jika dilarang lalu solusinya menggunakan apa ?
Solusi
Menjawab pertanyaan tersebut, Tim Business Plan (BP) Prasetya Hijau Lestari dan Prasetiya Business School (PMBS), mencoba memberikan solusi alternative pengganti Styrofoam. Menurut Hendro Adiarso Tjatupriono, Faculty Member Department of Operation and Supply Chain Management PMBS, BP adalah sebuah konsep bisnis yang tak hanya berkontribusi untuk organisasi, tetapi juga ke komunitas.
Tim yang beranggotakan Agus B.Tjahjono, Darman Liwaputera, Ika Maya Sari, Iwan Sudirlan, dan M. Iskandar Mirza ini memilih tema BP “Starch based Disposable Tableware” yaitu wadah yang bentuknya serupa dengan Styrofoam, tetapi terbuat dari bahan alami yaitu singkong.
Agus mengatakan, kini semakin banyak pihak yang mulai menghindari penggunaan Styrofoam karena sadar terhadap risikonya. Beberapa pihak ada yang beralih kepada kertas. Namun, penggunaan kertas dapat mengakibatkan rusaknya kelestarian lingkungan. Sebab, pohon yang ditebang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh kembali.
“Sebagai solusi, disposable tableware diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti Styrofoam. Sebab produk ini terbuat dari 75 persen bahan natural, yaitu singkong dan 90 persen dapat terurai dalam waktu 120 hari.
Pada awalnya, tim ini sempat berpikir menggunakan ampas jerami, jagung, hingga ampas tebu sebagai bahan dasar. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya singkong dipilih sebagai bahan dasar.
“selain relative lebih murah, siklus hidup singkong cukup pendek sekitar tiga bulan, dan mudah tumbuh”.
Lebih lanjut selain bersifat sebagai water proof, insulator panas, dan tidak mudah pecah, produk ini juga bisa dikatakan zero waste. Sebab, dalam pengolahannya, bahan sisa akan diolah kembali sehingga tak ada yang terbuang.
Demi masa depan yang lebih baik, semua pihak tentu harus saling mendukung dan berbuat sesuatu demi negeri ini. Tak hanya sekadar melarang, tetapi memberikan solusi.
Reference : kompas, 3/1/10
Polisterina foam atau dikenal luas dengan sebutan Styrofoam diduga dapat memicu kanker dan merusak lingkungan. Banyak pihak yang mulai melarang penggunaan benda yang satu ini. Namun, pelarangan tersebut belum diimbangi dengan solusi alternative pengganti Styrofoam.
Dalam era yang serba praktis ini, penggunaan Styrofoam tentu sering Anda jumpai di mana-mana. Mulai dari restoran cepat saji yang terkenal hingga penjual di pinggir jalan. Kualitasnya pun beragam, mulai dari yang memenuhi standar, hingga yang “murah meriah”.
Berdasarkan info dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI , Styrofoam adalah nama dagang yang dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical. Menariknya Dow Chemical membuat Styrofoam dimaksudkan untuk digunakan sebagai insulator pada bahan konstruksi bangunan , bukan untuk kemasan pangan. Namun, Styrofoam tetap digunakan sebagai wadah berbagai macam makanan.
Padahal, Badan POM menyarankan agar menghindari Styrofoam untuk pangan yang panas, bersuhu tinggi, mengandung alcohol, dan asam. Sebab, ada kemungkinan terjadinya migrasi dari monomer stirena ke dalam pangan yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Sebagai gambaran, di Jakarta saja setiap harinya sekitar 6.000 ton sampah yang diolah Dinas DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen sampah anorganik merupakan plastic yang sulit diurai dan mengandung bahan kimia berbahaya (kompas, 2/2/2009). Melihat kenyataan tersebut, tak heran jika Styrofoam, tidak diminati pemulung karena sulit didaur ulang.
Kesehatan dan lingkungan memang dua hal yang berisiko muncul akibat penggunaan Styrofoam. Namun, cukup sulit untuk melarang semua pihak menggunakan Styrofoam. Sebab, akan muncul pertanyaan, jika dilarang lalu solusinya menggunakan apa ?
Solusi
Menjawab pertanyaan tersebut, Tim Business Plan (BP) Prasetya Hijau Lestari dan Prasetiya Business School (PMBS), mencoba memberikan solusi alternative pengganti Styrofoam. Menurut Hendro Adiarso Tjatupriono, Faculty Member Department of Operation and Supply Chain Management PMBS, BP adalah sebuah konsep bisnis yang tak hanya berkontribusi untuk organisasi, tetapi juga ke komunitas.
Tim yang beranggotakan Agus B.Tjahjono, Darman Liwaputera, Ika Maya Sari, Iwan Sudirlan, dan M. Iskandar Mirza ini memilih tema BP “Starch based Disposable Tableware” yaitu wadah yang bentuknya serupa dengan Styrofoam, tetapi terbuat dari bahan alami yaitu singkong.
Agus mengatakan, kini semakin banyak pihak yang mulai menghindari penggunaan Styrofoam karena sadar terhadap risikonya. Beberapa pihak ada yang beralih kepada kertas. Namun, penggunaan kertas dapat mengakibatkan rusaknya kelestarian lingkungan. Sebab, pohon yang ditebang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh kembali.
“Sebagai solusi, disposable tableware diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti Styrofoam. Sebab produk ini terbuat dari 75 persen bahan natural, yaitu singkong dan 90 persen dapat terurai dalam waktu 120 hari.
Pada awalnya, tim ini sempat berpikir menggunakan ampas jerami, jagung, hingga ampas tebu sebagai bahan dasar. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya singkong dipilih sebagai bahan dasar.
“selain relative lebih murah, siklus hidup singkong cukup pendek sekitar tiga bulan, dan mudah tumbuh”.
Lebih lanjut selain bersifat sebagai water proof, insulator panas, dan tidak mudah pecah, produk ini juga bisa dikatakan zero waste. Sebab, dalam pengolahannya, bahan sisa akan diolah kembali sehingga tak ada yang terbuang.
Demi masa depan yang lebih baik, semua pihak tentu harus saling mendukung dan berbuat sesuatu demi negeri ini. Tak hanya sekadar melarang, tetapi memberikan solusi.
Reference : kompas, 3/1/10
Perilaku kecil berdampak besar
Perilaku kecil berdampak besar
Tanpa disadari, tangan adalah media perantara aktif untuk penularan kuman-kuman penyakit. Ketika bersentuhan dengan benda, bersalaman, atau memegang sesutau, di saat itulah perpindahan kuman terjadi. Jika ini dianggap sepele, kesehatan tubuh pun bisa terganggu.
Fakta menyebutkan, sebanyak 3,5 juta anak di seluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun setiap tahunnya dikarenakan penyakit diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Demikian pula di Indonesia, berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, kematian balita dan anak-anak Indonesia terbesar adalah akibat diare dan ISPA. Menurut penellitian, perilaku kecil seperti mencuci tangan dengan sabun dapat berdampak besar mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen.
Menurut situs klikdokter, selain membantu mengurangi kejadian penyakit diare dan ISPA, perilaku mencuci tangan dengan sabun dapat membantu mengurangi penyakit kulit, infeksi mata seperti trakoma, dan infeksi cacing yang dikenal dengan cacingan, khususnya ascariasis dan trichuriasis. Selain itu, juga dapat membantu menghentikan penyebaran kuman influenza sehingga dapat mencegah infeksi SARS, influenza, avian flu hingga flu A H1N1.
Besinggungan dengan kuman memang sulit dihindari. Sifatnya yang kasat mata, membuatnya aman tersembunyi ketika kita memegang uang, berpergian, atau saat menggunakan toilet. Namun, bila membiasakan diri untuk selalu cuci tangan pakai sabun, beragam penyakit yang mungkin ditimbulkan bisa ditekan.
Penyebaran kuman penyakit
Yang kerap terjadi, kita menyadari tangan mengandung kuman hanya ketika tangan terlihat kotor. Padahal kenyataannnya tiadak demikian. Dan, kuman tak hanya ada di tempat public, tetapi juga dalam rumah.
Departemen kKesehatan bahkan menginformasikan bahwa kuman dan virus umumnya dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman, lliang hidung saat membersihkan kotoran hidung, menggigit jari, dan menyuap makanan tanpa sendok.
Kuman penyakit pun dapat berasal dari pakaian, sepatu, sandal, yang kita pakai setelah berpergian ke luar rumah. Terlebih bila baru kembali dari tempat-tempat umum, pasar, rumah sakit, mal, kendaraan umum. Maka, membersihkan diri setelah berpergian sangat mutlak dilakukan, mulai dari ujung jemari tangan, seluruh bagian tubuh, hingga rambut.
Cuci tangan yang tepat
Dimulai dari diri sendiri, diterapkan dalam keluarga sedari dini, dan akhirnya dapat meraih kesadaran bersama di tingkat masyarakat. Demikianlah selayaknya budaya mencuci tangan. Cara mencuci tangan pun harus tepat, sebiknya dengan sabun di bawah air mengalir sekitar 15 detik, kemudian keringkan dengan handuk atau tisu.
Apabila memakai cairan pencuci tangan, hendaknya digosokkan ke seluruh permukaan tangan dan sela-sela jari, dan biarkan hingga kering.
Reference : Kompas,13 Januari 2010
Tanpa disadari, tangan adalah media perantara aktif untuk penularan kuman-kuman penyakit. Ketika bersentuhan dengan benda, bersalaman, atau memegang sesutau, di saat itulah perpindahan kuman terjadi. Jika ini dianggap sepele, kesehatan tubuh pun bisa terganggu.
Fakta menyebutkan, sebanyak 3,5 juta anak di seluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun setiap tahunnya dikarenakan penyakit diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Demikian pula di Indonesia, berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, kematian balita dan anak-anak Indonesia terbesar adalah akibat diare dan ISPA. Menurut penellitian, perilaku kecil seperti mencuci tangan dengan sabun dapat berdampak besar mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen.
Menurut situs klikdokter, selain membantu mengurangi kejadian penyakit diare dan ISPA, perilaku mencuci tangan dengan sabun dapat membantu mengurangi penyakit kulit, infeksi mata seperti trakoma, dan infeksi cacing yang dikenal dengan cacingan, khususnya ascariasis dan trichuriasis. Selain itu, juga dapat membantu menghentikan penyebaran kuman influenza sehingga dapat mencegah infeksi SARS, influenza, avian flu hingga flu A H1N1.
Besinggungan dengan kuman memang sulit dihindari. Sifatnya yang kasat mata, membuatnya aman tersembunyi ketika kita memegang uang, berpergian, atau saat menggunakan toilet. Namun, bila membiasakan diri untuk selalu cuci tangan pakai sabun, beragam penyakit yang mungkin ditimbulkan bisa ditekan.
Penyebaran kuman penyakit
Yang kerap terjadi, kita menyadari tangan mengandung kuman hanya ketika tangan terlihat kotor. Padahal kenyataannnya tiadak demikian. Dan, kuman tak hanya ada di tempat public, tetapi juga dalam rumah.
Departemen kKesehatan bahkan menginformasikan bahwa kuman dan virus umumnya dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman, lliang hidung saat membersihkan kotoran hidung, menggigit jari, dan menyuap makanan tanpa sendok.
Kuman penyakit pun dapat berasal dari pakaian, sepatu, sandal, yang kita pakai setelah berpergian ke luar rumah. Terlebih bila baru kembali dari tempat-tempat umum, pasar, rumah sakit, mal, kendaraan umum. Maka, membersihkan diri setelah berpergian sangat mutlak dilakukan, mulai dari ujung jemari tangan, seluruh bagian tubuh, hingga rambut.
Cuci tangan yang tepat
Dimulai dari diri sendiri, diterapkan dalam keluarga sedari dini, dan akhirnya dapat meraih kesadaran bersama di tingkat masyarakat. Demikianlah selayaknya budaya mencuci tangan. Cara mencuci tangan pun harus tepat, sebiknya dengan sabun di bawah air mengalir sekitar 15 detik, kemudian keringkan dengan handuk atau tisu.
Apabila memakai cairan pencuci tangan, hendaknya digosokkan ke seluruh permukaan tangan dan sela-sela jari, dan biarkan hingga kering.
Reference : Kompas,13 Januari 2010
Otak Manusia Terus Berevolusi
Otak Manusia Terus Berevolusi
Dalam 5.000 tahun terakhir, otak manusia menyusut sekitar 10 persen.
Apakah evolusi pada manusia sudah benar-benar berhenti? Sederet bukti ilmiah menunjukkan, evolusi masih terus terjadi. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan, evollusi ini berjalan semakin cepat.
Salah satu contohnya, evolusi pada otak manusia. Pengamatan komprehensif yang dilakukan sekelompok ilmuan di Univesrsitas Wisconsin AS menunjukkan, otak manusia selama 10 ribu tahun belakangan mengalami evolusi. “Kami menemukan bahwa otak manusia berevolusi hingga saat ini, “ujar ahli paleontropologi John Hawks dari Universitas Wisconsin.
Berdasarkan pengukuran tulangl tengkorak kepala, otak manusia mengalami penyusutan selama 5.000 tahun ini.
“Jika membicarakan evolusi yang terjadi pada manusia modern, buktinya memang tidak banyak. Namun data arkeologi dari Eropa, Cina, Afrika Selatan dan Australia menunjukkan, otak manusia telah menyusut sebanyak 150 sentimeter kubik, atau sekitar 10 persen.”paparnya.
Penyebab menyusutnya otak manusia lanjut dia, ditengarai karena pola kehidupan yang kian spesifik. Manusia mengandalkan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam, sementara ia hanya mengerjakan beberapa hal yang dikuasainya. Hal ini berkebalikan dengan kehidupan zaman berburu dan meramu saat individu harus memenuhi kebutuhannya sendiri. “Karena kegiatan yang terspesialisasi itulah manusia tidak membutuhkan otaknya seperti pada zaman purba. “tambahnya.
Evolusi pada manusia modern juga dapat diliat dari hubungan antara manusia dengan malaria. Penyakit ini mengancam manusia sejak zaman purba, sehingga ada kebutuhan dari dalam tubuh manusia untuk mempertahankan diri dari malaria. Manusia yang memiliki gen resisten terhadap malaria, memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup. Sementara makhluk hidup lain yang tak memiliki semaacam kekebalan tubuh terhadap malaria, tak punya kesempatan untuk beranak-pinak.
Banyak contoh yang menunjukkan pertahanan tubuh manusia terhadap malaria. Misalnya, sel sabit anemia yang diketahui merupakan bentuk menyimpang dari sel darah merah yang sehat yang bisa mengganggu aliran darah dan merusak jaringan sel. Namun, ternyata perubahan bentuk sel darah merah ini juga dapat menyebabkan parasit malaria tidak dapat berkembang dalam sel darah yang berbentuk sabit.
“Walaupun sel sabit paling banyak ditemukan di Afrika, namun gen India dan Pakistan sepertinya menunjukkan evolusi yang terpisah, “julas Hawks. Kedua jenis gen itu berevollusi sejak 3-4 ribu tahun belakangan hingga manusia modern saat ini. Dan populasi yang memiliki sel darah merah yang berbentuk sabit itu meningkat 10-15 persen. “Ini perubahan yang cukup cepat”,tegas Hawks.
Makanan dan Minuman
Toleransi terhadap laktosa (zat yang terdapat dalam susu) adalah salah satu bukti evolusi pada manusia.
Kebanyakan populasi manusia tidak toleran terhadap laktosa. Manusia dewasa tidak dapat mencerna laktosa susu yang kompleks. Namun, evolusi yang terjadi menunjukkan, sejak skitar 7.500 tahun lalu, khususnya di Eropa, manusia sudah bisa menoleransi susu yang bukan berasal dari manusia, dan bisa mendapat makanan bernutrisi baik tanpa membunuh binatang. Contoh lainnya, terjadi evolusi gen berhubungan dengan kemampuan manusia melindungi dirinya dari dabetes mellitus tipe ll.
Sementara itu, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa evolusi manusia mengalami percepatan. Hawks dan kolegannya menemukan bukti, mutasi gen yang terjadi sekarang relative lebih cepat dibanding yang terjadi selama 40 ribu tahun belakangan.
Penyebabnya adalah, ekkkologi manusia juga turut berubah, dengan perubahan yang relatif cepat. Perubahan yang terjadi pada budaya pertanian misalnya, menyebabkan perubahan pada makana manusia. Kemudian gen manusia juga beradaptasi dengan perubahan itu. Misalnya, manusia modern telah memiliki gen yang dapat mencerna zat tepung.
Reference : Republika, 20 November 2009
Dalam 5.000 tahun terakhir, otak manusia menyusut sekitar 10 persen.
Apakah evolusi pada manusia sudah benar-benar berhenti? Sederet bukti ilmiah menunjukkan, evolusi masih terus terjadi. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan, evollusi ini berjalan semakin cepat.
Salah satu contohnya, evolusi pada otak manusia. Pengamatan komprehensif yang dilakukan sekelompok ilmuan di Univesrsitas Wisconsin AS menunjukkan, otak manusia selama 10 ribu tahun belakangan mengalami evolusi. “Kami menemukan bahwa otak manusia berevolusi hingga saat ini, “ujar ahli paleontropologi John Hawks dari Universitas Wisconsin.
Berdasarkan pengukuran tulangl tengkorak kepala, otak manusia mengalami penyusutan selama 5.000 tahun ini.
“Jika membicarakan evolusi yang terjadi pada manusia modern, buktinya memang tidak banyak. Namun data arkeologi dari Eropa, Cina, Afrika Selatan dan Australia menunjukkan, otak manusia telah menyusut sebanyak 150 sentimeter kubik, atau sekitar 10 persen.”paparnya.
Penyebab menyusutnya otak manusia lanjut dia, ditengarai karena pola kehidupan yang kian spesifik. Manusia mengandalkan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam, sementara ia hanya mengerjakan beberapa hal yang dikuasainya. Hal ini berkebalikan dengan kehidupan zaman berburu dan meramu saat individu harus memenuhi kebutuhannya sendiri. “Karena kegiatan yang terspesialisasi itulah manusia tidak membutuhkan otaknya seperti pada zaman purba. “tambahnya.
Evolusi pada manusia modern juga dapat diliat dari hubungan antara manusia dengan malaria. Penyakit ini mengancam manusia sejak zaman purba, sehingga ada kebutuhan dari dalam tubuh manusia untuk mempertahankan diri dari malaria. Manusia yang memiliki gen resisten terhadap malaria, memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup. Sementara makhluk hidup lain yang tak memiliki semaacam kekebalan tubuh terhadap malaria, tak punya kesempatan untuk beranak-pinak.
Banyak contoh yang menunjukkan pertahanan tubuh manusia terhadap malaria. Misalnya, sel sabit anemia yang diketahui merupakan bentuk menyimpang dari sel darah merah yang sehat yang bisa mengganggu aliran darah dan merusak jaringan sel. Namun, ternyata perubahan bentuk sel darah merah ini juga dapat menyebabkan parasit malaria tidak dapat berkembang dalam sel darah yang berbentuk sabit.
“Walaupun sel sabit paling banyak ditemukan di Afrika, namun gen India dan Pakistan sepertinya menunjukkan evolusi yang terpisah, “julas Hawks. Kedua jenis gen itu berevollusi sejak 3-4 ribu tahun belakangan hingga manusia modern saat ini. Dan populasi yang memiliki sel darah merah yang berbentuk sabit itu meningkat 10-15 persen. “Ini perubahan yang cukup cepat”,tegas Hawks.
Makanan dan Minuman
Toleransi terhadap laktosa (zat yang terdapat dalam susu) adalah salah satu bukti evolusi pada manusia.
Kebanyakan populasi manusia tidak toleran terhadap laktosa. Manusia dewasa tidak dapat mencerna laktosa susu yang kompleks. Namun, evolusi yang terjadi menunjukkan, sejak skitar 7.500 tahun lalu, khususnya di Eropa, manusia sudah bisa menoleransi susu yang bukan berasal dari manusia, dan bisa mendapat makanan bernutrisi baik tanpa membunuh binatang. Contoh lainnya, terjadi evolusi gen berhubungan dengan kemampuan manusia melindungi dirinya dari dabetes mellitus tipe ll.
Sementara itu, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa evolusi manusia mengalami percepatan. Hawks dan kolegannya menemukan bukti, mutasi gen yang terjadi sekarang relative lebih cepat dibanding yang terjadi selama 40 ribu tahun belakangan.
Penyebabnya adalah, ekkkologi manusia juga turut berubah, dengan perubahan yang relatif cepat. Perubahan yang terjadi pada budaya pertanian misalnya, menyebabkan perubahan pada makana manusia. Kemudian gen manusia juga beradaptasi dengan perubahan itu. Misalnya, manusia modern telah memiliki gen yang dapat mencerna zat tepung.
Reference : Republika, 20 November 2009
Minggu, 14 Februari 2010
Friends-ship
Ngga ada seorang pun yang bisa hidup sendirian. Dan tentunya, kehadiran seorang teman, apalagi teman baik , penting banget buat kita. Kebaikan dan keberadaan mereka sudah seharusnya kita jaga. Ada tiga point penting untuk bisa tetap ‘memiliki’ mereka …
To listen
Sebagai teman yang baik, kita ngga harus memberi banyak hadiah atau kado yang melimpah, kok. Kadang yang mereka butuhkan hanya kemampuan kita untuk ‘mendengarkan’. Ini berarti kita mesti siap waktu yang banyak dan kesabaran yang cukup untuk mendengar segala permasalahan dan keluh kesah yang mereka rasakan. Mereka akan lebih senang apabila mendapat masukan atau pendapat dari kita , kalo pun ngga juga mereka ngga terlalu berharap . yang penting kita cukup mendengarkan. Kapan pun dan dimana pun .
To share
Wajar banget kalau sesama teman kita saling curhat. Entah masalah pribadi , masalah dengan temannya, atau dengan pacarnya. Sabar dan pintar mendengarkan adalah poin penting, tapi ngga kalah pentingnya kalau kita juga bisa membagi apa yang ada di hati dan pikiran kita. Tak ada gunanya membangun tembok tinggi di sekitar kita dari mereka. Berbagi cerita-cerita simple juga bisa jadi strategi jitu untuk merekatkan hubungan dengan teman terbaik kita.
Tapi ingat ! , jangan membeberkan semua rahasia kita hingga detil , lho ! “reveal not every secret you have to a friend, for how can you tell but that friend may here after become an enemy” kata saadi sastrawan dari Persia.
Jadi, ngga perlu tuh semua ‘aib’ kita buka sama teman, biarkanlah ada beberapa rahasia yang kita simpan hanya untuk diri sendiri aja.
To give
Satu lagi nih , penting banget . kunci sukses biar pertemanan kita makin lengket . yupp. Give ‘em sweet little surprises ! kejutan dan perhatian kecil bisa bikin teman kita lebih dekat sama kita dan kita pun jadi punya lebih banyak momen lucu dan menarik untuk dibagi bersama . bingung mau kasih kejutan apa dan perhatian seperti apa ? wahhh…kalo soal ini, kita ngga perlu ragu atau bingung . ! ngomongin apa yang ada di pikiran kita, berbagi jokes , mengirimi dia kartu pos atau kartu yang bergambar lucu dan kata-kata indah, bahkan yang paling penting adalah ‘selalu tersenyum’ padanya saat bertemu juga sudah cukup , kok .
Jadi, mulai sekarang jangan pernah ragu untuk memberikan teman kita tawa, cerita dan perhatian , ya!!!
Reference : gadis
Ngga ada seorang pun yang bisa hidup sendirian. Dan tentunya, kehadiran seorang teman, apalagi teman baik , penting banget buat kita. Kebaikan dan keberadaan mereka sudah seharusnya kita jaga. Ada tiga point penting untuk bisa tetap ‘memiliki’ mereka …
To listen
Sebagai teman yang baik, kita ngga harus memberi banyak hadiah atau kado yang melimpah, kok. Kadang yang mereka butuhkan hanya kemampuan kita untuk ‘mendengarkan’. Ini berarti kita mesti siap waktu yang banyak dan kesabaran yang cukup untuk mendengar segala permasalahan dan keluh kesah yang mereka rasakan. Mereka akan lebih senang apabila mendapat masukan atau pendapat dari kita , kalo pun ngga juga mereka ngga terlalu berharap . yang penting kita cukup mendengarkan. Kapan pun dan dimana pun .
To share
Wajar banget kalau sesama teman kita saling curhat. Entah masalah pribadi , masalah dengan temannya, atau dengan pacarnya. Sabar dan pintar mendengarkan adalah poin penting, tapi ngga kalah pentingnya kalau kita juga bisa membagi apa yang ada di hati dan pikiran kita. Tak ada gunanya membangun tembok tinggi di sekitar kita dari mereka. Berbagi cerita-cerita simple juga bisa jadi strategi jitu untuk merekatkan hubungan dengan teman terbaik kita.
Tapi ingat ! , jangan membeberkan semua rahasia kita hingga detil , lho ! “reveal not every secret you have to a friend, for how can you tell but that friend may here after become an enemy” kata saadi sastrawan dari Persia.
Jadi, ngga perlu tuh semua ‘aib’ kita buka sama teman, biarkanlah ada beberapa rahasia yang kita simpan hanya untuk diri sendiri aja.
To give
Satu lagi nih , penting banget . kunci sukses biar pertemanan kita makin lengket . yupp. Give ‘em sweet little surprises ! kejutan dan perhatian kecil bisa bikin teman kita lebih dekat sama kita dan kita pun jadi punya lebih banyak momen lucu dan menarik untuk dibagi bersama . bingung mau kasih kejutan apa dan perhatian seperti apa ? wahhh…kalo soal ini, kita ngga perlu ragu atau bingung . ! ngomongin apa yang ada di pikiran kita, berbagi jokes , mengirimi dia kartu pos atau kartu yang bergambar lucu dan kata-kata indah, bahkan yang paling penting adalah ‘selalu tersenyum’ padanya saat bertemu juga sudah cukup , kok .
Jadi, mulai sekarang jangan pernah ragu untuk memberikan teman kita tawa, cerita dan perhatian , ya!!!
Reference : gadis
Tak harus 14 Februari
Tak perlu menunggu tepat tanggal 14 Februari untuk mencurahkan perhatian pada orang yang Anda sayangi. Hari lain pun bisa, asal semua curahan berasal dari hati bukan karena terpaksa. Sebab semua yang serba terpaksa tentu bukan berasal dari hati. Oleh sebab itu,jika tak bisa merayakan hari valentine di tanggal 14 Februari , tak perlulah memaksakan kehendak.
Bagi sebagian orang, merayakan valentine sudah menjadi sebuah keharusan setiap tahunnya. Bahkan, banyak di antara mereka yang rela menabung demi membahagiakan pasangannya. Lebih baik jika Anda membahagiakan pasangan di hari dan momen yang lain. Lalu, jadikan hari itu sebagai momen valentine Anda berdua, yang dijamin berbeda dengan pasangan yang lain.
Namun, pastikan satu hal, bahwa 14 Februari hanya sebuah tanggal. Yang terpenting adalah menjadikan semua hari menjadi hari valentine atau kasih sayang. Tak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada orang tua, teman, atau mungkin juga untuk orang yang belum Anda kenal.
Bagi sebagian orang, merayakan valentine sudah menjadi sebuah keharusan setiap tahunnya. Bahkan, banyak di antara mereka yang rela menabung demi membahagiakan pasangannya. Lebih baik jika Anda membahagiakan pasangan di hari dan momen yang lain. Lalu, jadikan hari itu sebagai momen valentine Anda berdua, yang dijamin berbeda dengan pasangan yang lain.
Namun, pastikan satu hal, bahwa 14 Februari hanya sebuah tanggal. Yang terpenting adalah menjadikan semua hari menjadi hari valentine atau kasih sayang. Tak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada orang tua, teman, atau mungkin juga untuk orang yang belum Anda kenal.
Diabetes
“Diabetes dapat berujung pada cuci darah”
Jakarta, kompas . kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu kondisi buruk dan mahal ialah gagal ginjal yang menyebabkan pengidap terpaksa cuci darah.
“Pasien cuci darah terbanyak biasanya pengidap diabetes dan kemudian diikuti darah tinggi.”ujar Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik dan Endokrin Universitas Indonesia dalam acara ajang wicara tentang diabetes. Sekadar gambaran, pada studi di Amerika , dari 100 persen pasien cuci darah sekitar 43 persen di antaranya merupakan pengidap diabetes, 28 persen pengidap darah tinggi dan selebihnya karena penyakit lain.
Penyakit kronis
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang timbul akibat kadar gula darah yang tinggi . kadar gula darah tinggi desebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormone insulin atau penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Gula darah dapat meningkat karena makanan, stress, sakit, dan obat-obatan tertentu.
Dante mengatakan, apabila gula darah tidak terkontrol, dapat terjadi komplikasi. Komplikasi berhubungan dengan perubahan metabolic. Di ginjal, misalnya, terjadi gangguan atau perubahan pada sirkulasi serta fungsi penyaringan.
Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa dari darah. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah.
Setelah beberapa tahun, system penyaring akan bocor sehingga protein keluar di urine. Kerja ginjal yang berat tersebut menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan menyaring darah sehingga erjadi gagal ginjal. kontrol terhadap gula darah dan tekanan darah akan memperkecil kemungkinan kerusakan ginjal.
“Tekanan darah juga harus di jaga agar tidak tinggi karena ikut berpengaruh terhadap fungsi juga,”ujarnya. Cara menjaga kadar gula darah dan tekanan darah, antara lain, yaitu dengan diet yang tepat , olah raga teratur, dan konsumsi obat jika diperlukan.
Timbunan Lemak
Komplikasi lainnya ialah gangguan terhadap jantung. Sekitar 75-80 persen kematian pada diabetes karena kelainan jantung dan pembuluh darah. Hal ini karena timbulnya timbunan lemak di pembuluh darah terhambat. Jika itu terjadi di pembuluh darah jantung, dapat menimbulkan serangan jantung.
Selain itu , komplikasi juga dapat menimpa pembuluh darah lain di mata (kebutaan), kelamin, kaki, dan otak.
Factor pencetus diabetes mellitus, antara lain , adalah kurang gerak, makan berlebihan, kehamilan, dan kekurangan produksi hormone insulin. Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah.
Dante mengatakan, masalah diabetes tipe II semakin serius. Jumlah pengidap terus bertambah. Di Jakarta, misalnya, tahun 1980, prevalensi diabetes sebesar 2,8 persen dan pada 2005 menjadi 12,1 persen.
Salah satu kendala penanganan diabetes adalah pasien tidak mencari informasi yang benar dan mencoba mengobati sendiri. Pengidap, misalnya, beranggapan, mengonsumsi yang pahit-pahit , seperti brotowali, pare, atau buah mengkudu , akan melawan diabetes.
Sering kali setelah mengonsumsi bahan-bahan itu pengidap lalu tidak melakukan control lagi terhadap penyakitnya. Persoalan lain ialah kepatuhan pengidap yang rendah. Setelah tidak ada gejala kemudian pola hidup pengidap kembali buruk.
Jakarta, kompas . kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu kondisi buruk dan mahal ialah gagal ginjal yang menyebabkan pengidap terpaksa cuci darah.
“Pasien cuci darah terbanyak biasanya pengidap diabetes dan kemudian diikuti darah tinggi.”ujar Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik dan Endokrin Universitas Indonesia dalam acara ajang wicara tentang diabetes. Sekadar gambaran, pada studi di Amerika , dari 100 persen pasien cuci darah sekitar 43 persen di antaranya merupakan pengidap diabetes, 28 persen pengidap darah tinggi dan selebihnya karena penyakit lain.
Penyakit kronis
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang timbul akibat kadar gula darah yang tinggi . kadar gula darah tinggi desebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormone insulin atau penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Gula darah dapat meningkat karena makanan, stress, sakit, dan obat-obatan tertentu.
Dante mengatakan, apabila gula darah tidak terkontrol, dapat terjadi komplikasi. Komplikasi berhubungan dengan perubahan metabolic. Di ginjal, misalnya, terjadi gangguan atau perubahan pada sirkulasi serta fungsi penyaringan.
Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa dari darah. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah.
Setelah beberapa tahun, system penyaring akan bocor sehingga protein keluar di urine. Kerja ginjal yang berat tersebut menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan menyaring darah sehingga erjadi gagal ginjal. kontrol terhadap gula darah dan tekanan darah akan memperkecil kemungkinan kerusakan ginjal.
“Tekanan darah juga harus di jaga agar tidak tinggi karena ikut berpengaruh terhadap fungsi juga,”ujarnya. Cara menjaga kadar gula darah dan tekanan darah, antara lain, yaitu dengan diet yang tepat , olah raga teratur, dan konsumsi obat jika diperlukan.
Timbunan Lemak
Komplikasi lainnya ialah gangguan terhadap jantung. Sekitar 75-80 persen kematian pada diabetes karena kelainan jantung dan pembuluh darah. Hal ini karena timbulnya timbunan lemak di pembuluh darah terhambat. Jika itu terjadi di pembuluh darah jantung, dapat menimbulkan serangan jantung.
Selain itu , komplikasi juga dapat menimpa pembuluh darah lain di mata (kebutaan), kelamin, kaki, dan otak.
Factor pencetus diabetes mellitus, antara lain , adalah kurang gerak, makan berlebihan, kehamilan, dan kekurangan produksi hormone insulin. Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah.
Dante mengatakan, masalah diabetes tipe II semakin serius. Jumlah pengidap terus bertambah. Di Jakarta, misalnya, tahun 1980, prevalensi diabetes sebesar 2,8 persen dan pada 2005 menjadi 12,1 persen.
Salah satu kendala penanganan diabetes adalah pasien tidak mencari informasi yang benar dan mencoba mengobati sendiri. Pengidap, misalnya, beranggapan, mengonsumsi yang pahit-pahit , seperti brotowali, pare, atau buah mengkudu , akan melawan diabetes.
Sering kali setelah mengonsumsi bahan-bahan itu pengidap lalu tidak melakukan control lagi terhadap penyakitnya. Persoalan lain ialah kepatuhan pengidap yang rendah. Setelah tidak ada gejala kemudian pola hidup pengidap kembali buruk.
